Apa Itu Mixed-use Building?

Foto: District8Jakarta.com

 

Mixed-use Building adalah bangunan multifungsi yang mengakomodasi beberapa fungsi berbeda dalam satu struktur, seperti hunian, perkantoran, perbelanjaan, hotel, dan hiburan.

Konsep utamanya adalah:

    • Menggabungkan perkantoran, tempat tinggal, dan pusat aktivitas lainnya di area berdekatan atau bahkan di gedung yang sama.

    • Fungsi-fungsi tersebut dirancang untuk saling mendukung agar memberikan kontribusi pendapatan optimal.

 

Ciri-ciri Mixed-use Building

  • Mewadahi 3 fungsi urban atau lebih, misalnya terdiri dari retail, perkantoran, hunian hotel dan entertainment.
  • Terjadinya integrasi dan sinergi fungsional.
  • Terdapat ketergantungan kebutuhan dari masing-masing fungsi di dalamnya.
  • Kelengkapan fasilitas yang tinggi, memberikan kemudahan bagi pengunjungnya.
  • Peningkatan kualitas fisik lingkungan.
  • Efisiensi pergerakan karena adanya pengelompokan dari berbagai fungsi.

 

Tujuan utama dibangunnya Mixed-use Building

Menuju bangunan tinggi sebagai sinergi antar multi-fungsi, dimana semua fasilitas saling melengkapi dan menghindari kompetisi antar fasilitas.

Konsep ini banyak diterapkan di kota besar seperti Jakarta karena dinilai bisa mengatasi persoalan kemacetan dengan memungkinkan orang tinggal, bekerja, dan berekreasi dalam satu kawasan.

 

Keuntungan tinggal di kawasan Mixed-use Building

Tinggal di kawasan mixed-use building memberikan berbagai keuntungan yang membuat hidup lebih efisien, praktis, dan nyaman. Berikut keuntungan utamanya.

 

1. Hemat Waktu dan Menghindari Kemacetan

  • Tinggal, bekerja, berbelanja, dan bersantai di satu lokasi menghemat waktu secara signifikan.
  • Tidak perlu commuting setiap hari bisa mencapai tempat tujuan hanya dengan berjalan kaki atau bersepeda.
  • Penghuni bisa hemat 3 jam sehari dalam perjalanan.

 

2. Kebutuhan Sehari-hari Mudah Diakses

  • Dikelilingi fasilitas seperti gym, kafe, co-working space, retail store, supermarket dalam satu gedung.
  • Pusat perbelanjaan dan pasar dapat diakses dengan berjalan kaki.
  • Tidak perlu sering keluar kawasan untuk memenuhi kebutuhan.

 

3. Lokasi Strategis di Pusat Kota

  • Banyak proyek mixed-use dibangun di pusat kota atau kawasan bisnis utama.
  • Mudah mencapai berbagai lokasi seperti CBD Sudirman-Thamrin, Gatot Subroto-Kuningan, Jakarta.
  • Terintegrasi dengan transportasi massal.

 

4. Lingkungan Sehat & Ramah Pejalan Kaki

  • Kawasan dipenuhi sarana untuk pejalan kaki yang nyaman dengan penghijauan memadai.
  • Mendukung gaya hidup aktif dan sehat, mengurangi ketergantungan kendaraan pribadi.
  • Lingkungan lebih sehat karena aktivitas tidak banyak menggunakan kendaraan.

 

5. Fleksibilitas & Networking

  • Bisa tinggal, bekerja, bahkan membangun usaha di satu lingkungan terintegrasi.
  • Desain mendorong interaksi antarpenghuni, menciptakan komunitas produktif dan kolaboratif.
  • Peluang kolaborasi dan bisnis baru lebih mudah.

 

6. Efisiensi Biaya & Nilai Investasi Tinggi

  • Hemat ongkos transportasi karena jarak tempat tinggal dan kerja sangat dekat.
  • Properti mixed-use biasanya memiliki nilai investasi tinggi dengan potensi capital gain dan sewa menjanjikan.
  • Unit rumah bisa lebih terjangkau (unit lebih kecil).

 

7. Ramah Lingkungan

  • Mengurangi kebutuhan kendaraan pribadi dan polusi.
  • Mendukung urban development yang ramah lingkungan
  • Hidup lebih efisien dan hemat energi

 

Singkatnya, mixed-use building cocok untuk Anda yang ingin hidup praktis, hemat waktu, dan memiliki akses lengkap ke semua fasilitas tanpa perlu terjebak kemacetan gaya hidup modern yang sangat cocok untuk perkotaan seperti Jakarta.

 

Dampak Tinggal di Mixed-use Terhadap Nilai Investasi Properti Jangka Panjang

Tinggal di kawasan mixed-use memiliki dampak positif yang signifikan terhadap nilai investasi properti jangka panjang. Berikut analisis dampaknya.

 

Dampak Positif pada Nilai Investasi

1. Peningkatan Nilai Properti Berkelanjutan

Kawasan mixed-use menunjukkan peningkatan nilai properti yang berkelanjutan karena faktor strategis dan fasilitas lengkap.

Properti dengan konsep mixed-use cenderung memiliki nilai investasi lebih tinggi karena menawarkan berbagai fungsi dalam satu kawasan.

Nilai apartemen terus bertambah setiap tahun karena hunian mixed-use dirancang untuk kenyamanan penghuni.

 

2. Ketahanan Ekonomi Lebih Baik

  1. Dengan diversifikasi segmen pengguna (penghuni residensial, pekerja kantoran, pengunjung eksternal), mixed-use memiliki ketahanan lebih baik terhadap fluktuasi ekonomi.
  2. Jika satu sektor melemah, sektor lain dapat memberikan keseimbangan.
  3. Ekosistem terintegrasi memungkinkan efisiensi operasional yang sulit dicapai di kawasan fungsi tunggal.

 

3. Potensi Capital Gain & Sewa Menjanjikan

  • Lokasi Strategis adalah Nilai Tinggi
  • Kawasan mixed-use selalu dibangun di lokasi sangat strategis.
  • Konektivitas tinggi dan sertifikasi bangunan hijau cenderung mempertahankan bahkan meningkatkan nilai dalam jangka panjang.
  • Upper West di jantung pengembangan kawasan menjadikannya proyek properti masa depan yang potensial.

 

Faktor Peningkat Nilai dan Dampak pada Investasi

  • Pusat kota, maka nilai lebih tinggi.
  • Fasilitas lengkap, daya tarik investasi tinggi.
  • Konektivitas tinggi, dapat mempertahankan/tingkatkan nilai.
  • Sertifikasi hijau, potensi kenaikan nilai jangka panjang.
  • Aksesibilitas, mempertimbangkan kenaikan nilai investasi.

 

Permintaan Tinggi

  • Peminat apartemen mixed-use cukup banyak karena kesan multifungsi yang memudahkan.
  • Hunian milenial dalam industri residensial.
  • Investor mempertimbangkan aksesibilitas, fasilitas, dan potensi kenaikan nilai.
  •  

Beberapa faktor yang mempengaruhi

  • Kualitas pengelolaan kawasan sangat menentukan nilai investasi.
  • Fleksibilitas desain dan manajemen yang baik diperlukan untuk menghindari masalah.
  • Kondisi ekonomi makro tetap mempengaruhi, meski mixed-use lebih tahan fluktuasi.

 

Contoh Kawasan Mixed-use di Jakarta

1. District 8 SCBD Jakarta

Foto:District 8 SCBD Jakarta

 

District 8 di SCBD adalah contoh kawasan mixed-use terintegrasi di Jakarta Selatan dibangun tahun 2013 dan selesai tahun 2017. Kawasan ini berisi 10 menara yang menggabungkan berbagai fungsi dalam satu area, yaitu gedung perkantoran premium, apartemen mewah, hotel kelas dunia, dan pusat perbelanjaan, sehingga penghuni dan pengunjung dapat bekerja, tinggal, dan bermain tanpa harus keluar kompleks. Luas kompleks ini adalah sekitar 4,8 hektar. Selain gedung terdapat juga kawasan ritel seluas 15.000 meter persegi, dengan nama District 8 Marketplace di dalam kompleks ini.

Kawasan garapan Agung Sedayu Group ini memiliki fasilitas yang sangat lengkap dan terbagi menjadi beberapa komponen utama.

  • Perkantoran Premium: Menara perkantoran megah seperti Treasury, Prosperity, dan Revenue.
  • Hunian Mewah: Menara apartemen eksklusif seperti Infinity, Eternity, dan Residence 8.
  • Hotel Kelas Dunia: Akomodasi bintang lima seperti The Langham Jakarta dan 25hours Hotel Jakarta.
  • Pusat Gaya Hidup: Ashta District 8, mal premium yang menjadi pusat hangout dengan berbagai kafe, restoran, dan gerai ritel.

Developer : Agung Sedayu Group

(Sumber: Wikipedia.org)

 

2. Pakuwon Bekasi Super Block

Foto: pakuwonresidencesbekasi.com

Mixed-use building ini dengan luas kompleks sekitar 4,2 ha area in the heart of Bekasi. Terdiri dari 4 menara apartemen, menara hotel bintang 4, and luas 46.000 sqm shopping center.

Tower Pakuwon memiliki 39 lantai hotel dengan 1 basement dan 6 lantai mall, 8 lantai area parkir, dan 32 lantai apartement.

Developer : Pakuwon Group

 

3. Ciputra World Kuningan Jakarta

Foto: Ciputra World Kuningan by id.Wikipedia.org

Ciputra World Jakarta merupakan sebuah megasuperblok di kawasan Kuningan. Dengan total luas lahan sebesar 15 Ha, Ciputra World direncanakan akan memiliki 15 tower dengan total investasi mencapai Rp 15 triliun.

Ciputra World 1 berdiri di atas lahan seluas 5,5 Ha dengan 3 menara yang digunakan sebagai ruang perkantoran, apartemen, museum, theater, gallery, dan pusat perbelanjaan. Ciputra World 2 berdiri di atas lahan seluas 3,5 Ha dengan 4 menara yang digunakan sebagai ruang perkantoran dan apartemen. Sedangkan Ciputra World 3 masih dalam tahap perencanaan.

Developer : PT Ciputra Property Tbk.

(Sumber: residen.com)

 

4. Central Park Jakarta Barat

Foto: Central Park id.wikipedia.org

Central Park merupakan sebuah kompleks serbaguna yang terletak di Grogol, Jakarta Barat. Central Park terdiri dari sebuah pusat perbelanjaan, satu menara perkantoran, 3 apartemen, 2 theme park, sebuah resort, dan sebuah hotel. Central Park dibangun pada tahun 2009 dan diresmikan pertama kali pada tahun 2011.

Developer : Agung Podomoro Group

 

Kesimpulan

Properti di kawasan mixed-use merupakan investasi jangka panjang dengan potensi kenaikan nilai konsisten, ketahanan ekonomi baik, dan potensi sewa tinggi terutama jika berada di lokasi strategis pusat kota dengan pengelolaan yang baik.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Verified by MonsterInsights