Mengenal Perbedaan Jenis Tempat Tinggal di Indonesia vs Australia

Halo sahabat Dailyweproperty.
Memilih tempat tinggal bukan cuma soal selera, tapi juga sangat dipengaruhi oleh budaya, kondisi geografis, hingga gaya hidup di negara tersebut. Bagi Anda yang terbiasa dengan hunian di Indonesia, melihat tipologi rumah di Australia mungkin terasa cukup unik dan berbeda.

Secara garis besar, perbedaan paling mendasar terletak pada kepemilikan lahan, desain arsitektur, dan cara pemanfaatan ruang.

Berikut adalah perbandingan jenis tempat tinggal di Indonesia dan Australia yang perlu kamu ketahui.

 

Jenis Tempat Tinggal di Indonesia

Perkembangan hunian di Indonesia sangat dipengaruhi oleh tingkat kepadatan penduduk serta kontur wilayah perkotaan maupun subur.

 

1. Rumah Tapak (Landed House)

  • Cluster/Perumahan: Konsep hunian paling populer di kawasan suburban. Umumnya memiliki sistem one-gate system, desain fasad yang seragam dan dilengkapi fasilitas bersama seperti taman atau clubhouse.

  • Rumah Townhouse: Hunian bertingkat di dalam komplek eksklusif dengan unit terbatas. Biasanya dibangun di pusat kota dengan memaksimalisasi lahan vertikal.
  • Rumah Kopel: Dua rumah terpisah yang menempel pada satu dinding batas utama, umum ditemukan pada perumahan skala menengah ke bawah.

 

2. Hunian Vertikal

  • Apartemen & Kondominium: Solusi hunian di pusat kota besar seperti Jakarta atau Surabaya. Memiliki akses langsung ke fasilitas modern (kolam renang, area komersial) dan pengamanan ketat.
  • Rusunawa / Rusunami: Rumah susun sederhana yang difasilitasi pemerintah atau swasta untuk pemukiman berkepadatan tinggi.


3. Hunian Komersial dan Tradisional

  • Ruko (Rumah Toko): Bangunan bertingkat 2–4 lantai yang menggabungkan fungsi usaha di lantai dasar dan tempat tinggal di lantai atas.
  • Kos-kosan: Kamar sewaan khusus pelajar atau pekerja yang sangat marak di kota-kota besar dan kawasan kampus.

 

Jenis Tempat Tinggal di Australia

Di Australia, klasifikasi properti memiliki istilah spesifik yang mencerminkan pemanfaatan tanah yang lebih luas dan standar tata kota berbasis zona.

 

1. Landed / Low-Density Housing

  • Detached House (Single House): Rumah berdiri sendiri di atas lahan milik pribadi tanpa dinding yang menempel dengan tetangga. Karakteristik khasnya adalah halaman depan (front yard) dan halaman belakang (backyard) yang luas.
  • Duplex & Semi-Detached: Dua unit rumah terpisah yang berbagi satu dinding pembatas (party wall). Mirip dengan rumah kopel di Indonesia, namun biasanya memiliki lahan yang lebih lapang.

 

2. Medium to High-Density Housing

  • Townhouse / Villa: Rumah bertingkat (biasanya 2–3 lantai) dalam satu kompleks (strata title). Villa di Australia merujuk pada rumah 1 lantai yang saling berdampingan dalam kompleks kecil.
  • Unit / Apartment: Istilah “Unit” di Australia sering merujuk pada apartemen dalam gedung bertingkat rendah hingga menengah (low to mid-rise), sedangkan “Apartment” biasanya digunakan untuk gedung pencakar langit modern di pusat kota (CBD).

  •  

3. Akomodasi Khusus

  • Granny Flat: Bangunan tempat tinggal berukuran kecil yang dibangun terpisah di halaman belakang rumah utama. Sangat populer untuk disewakan atau ditempati lansia.

  • Student Accommodation / Share House: Konsep sewa kamar dalam satu rumah/unit yang dipakai bersama (roommate), sangat umum di kota-kota pelajar seperti Melbourne dan Sydney.

  1.  

Ringkasan Perbedaan Utama

Parameter Indonesia Australia
Material Utama Batako, bata merah, beton, dan baja ringan. Kayu (timber frame), batu bata (brick veneer), dan papan kalsium.
Pemanfaatan Lahan Bangunan cenderung menghabiskan sisa lahan (Koefisien Dasar Bangunan tinggi). Wajib menyisakan area terbuka hijau/halaman sesuai regulasi pemerintah lokal.
Status Kepemilikan Kompleks Mayoritas pengelolaan mandiri atau devloper (Iuran Pemeliharaan Lingkungan). Mengenal sistem Body Corporate / Strata Title yang mengatur pemeliharaan area bersama secara ketat.

Memahami karakter tempat tinggal di kedua negara ini memberikan gambaran bagaimana aspek budaya dan regulasi lokal membentuk cara kita berhunian.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi sahabat Dailyweproperty.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Verified by MonsterInsights