
Halo sahabat Dailyweproperty.
Tahukah Anda, bangunan perkantoran dikelompokkan dalam berbagai macam klasifikasi?
Berikut ini masing-masing penjelasannya.
1. Klasifikasi Bangunan Kantor Berdasarkan Kelas / Grade Kualitas Bangunan
Salah satu klasifikasi paling umum dalam industri properti global adalah Grade atau Kelas A, B, dan C, yang menunjukkan kualitas bangunan kantor.
a. Grade / Kelas A Office Building
Bangunan kantor Kelas A adalah bangunan dengan kualitas tertinggi di pasar, biasanya berlokasi strategis di Central Business District (CBD) dengan fasilitas dan teknologi modern.
Karakteristik utama:
- Berlokasi premium (CBD atau pusat bisnis utama)
- Desain arsitektur modern dan representatif
- Sistem HVAC, keamanan, elevator, dan IT canggih dan modern
- Manajemen profesional dan tenant berkualitas tinggi
- Harga sewa paling mahal
Bangunan ini biasanya ditujukan untuk perusahaan multinasional, bank, dan korporasi besar.
Sumber:
- NAIOP (National Association of Industrial and Office Properties) menyatakan bahwa klasifikasi Kelas A didasarkan pada kualitas sistem bangunan, lokasi, layanan, dan tingkat sewa tertinggi di pasar.
- British Council for Offices menyebut Grade A memiliki desain berkualitas tinggi, sistem modern, akses transportasi baik, dan manajemen profesional.
b. Grade / Kelas B Office Building
Bangunan kantor Kelas B merupakan bangunan berkualitas menengah yang masih layak dan profesional, tetapi tidak seprestisius Grade A.
Karakteristik utama:
- Lokasi berkembang dan strategis namun tidak selalu di pusat CBD
- Sistem dan fasilitas cukup baik
- Umumnya bangunan lebih tua dibanding Grade A
- Harga sewa rata-rata
Cocok untuk perusahaan nasional, startup berkembang, atau kantor regional.
Sumber:
Kelas B memiliki desain dan sistem yang memadai namun tidak setara dengan Kelas A dan berada pada tingkat sewa pasar rata-rata.
c. Grade / Kelas C Office Building
Bangunan kantor Kelas C adalah bangunan dengan kualitas dasar dan harga sewa paling rendah, biasanya bangunan lama dengan fasilitas terbatas.
Karakteristik utama:
- Lokasi sekunder atau area non-premium
- Infrastruktur dan teknologi terbatas
- Desain sederhana dan bangunan tua
- Target tenant: UMKM atau perusahaan kecil
Sumber:
- Kelas C umumnya bangunan tua dengan lokasi kurang strategis dan infrastruktur terbatas.
- Kelas C bersaing melalui harga murah dengan fasilitas minimum.
2. Klasifikasi Bangunan Kantor Berdasarkan Kriteria Fungsional
Selain grade kualitas, bangunan kantor juga diklasifikasikan berdasarkan fungsi dan karakter penggunaan.
a. Single-Tenant Office Building (Kantor Satu Penyewa)
Bangunan yang ditempati satu perusahaan atau organisasi. Contohnya kantor pusat korporasi. Keunggulannya adalah branding kuat dan kontrol penuh.
b. Multi-Tenant Office Building (Kantor Banyak Penyewa)
Bangunan dengan banyak tenant di lantai berbeda. Contohnya gedung perkantoran komersial. Model bisnis umum dalam real estat investasi. Klasifikasi ini digunakan untuk strategi investasi dan manajemen properti.
3. Klasifikasi Bangunan Kantor Berdasarkan Lokasi
a. CBD Office Building
Bangunan kantor di pusat bisnis kota atau Central Business District (CBD).
- Nilai sewa tinggi
- Akses transportasi publik dan fasilitas kota terbaik
b. Suburban / Peripheral Office Building
Bangunan kantor di luar pusat kota, biasanya di kawasan industri atau bisnis baru.
- Biaya sewa lebih murah
- Cocok untuk back office atau perusahaan manufaktur
Sumber:
Savills menyatakan lokasi merupakan faktor utama penentuan grade dan daya tarik tenant.
4. Klasifikasi Bangunan Kantor Berdasarkan Karakteristik Teknis
Menurut standar industri properti, penilaian bangunan kantor mempertimbangkan:
- Umur bangunan
- Akses transportasi
- Sistem HVAC dan keamanan
- Elevator dan parkir
- Konstruksi dan desain interior
- Fasilitas sekitar (retail, restoran, dan ATM)
Sumber:
Faktor seperti usia bangunan, lokasi, akses, fasilitas, dan sistem teknis digunakan untuk menentukan kelas bangunan kantor.
5. Klasifikasi Bangunan Kantor Berdasarkan Konsep Desain dan Penggunaan
a. Conventional Office Building
Kantor tradisional dengan layout ruang tertutup (cubicle, ruang direktur, ruang rapat).
b. Flexible / Co-Working Office
Bangunan kantor dengan konsep fleksibel dan shared workspace. Contohnya WeWork, Regus, dan GoWork. Tren baru pasca digitalisasi dan remote work.
c. Smart / Green Office Building
Bangunan kantor berbasis teknologi dan keberlanjutan (LEED, BREEAM).
- Menggunakan IoT, smart lighting, energy efficiency
- Fokus ESG dan sustainability
Kesimpulan:
Bangunan kantor dapat diklasifikasikan berdasarkan kualitas (Grade A, B, C), fungsi (single atau multi tenant), lokasi (CBD vs suburban), karakteristik teknis, dan konsep desain.
Klasifikasi ini penting untuk:
- Penentuan harga sewa
- Analisis investasi properti
- Strategi perencanaan kota
- Penilaian nilai properti
Daftar Sumber Referensi (Valid & Kredibel)
- National Association of Industrial and Office Properties (NAIOP) – Office Building Classification Report
- British Council for Offices (BCO) – Redefining the Market Beyond Grade A
- Savills – Office Grading System
- Scout Real Estate & Pure Property Finance – Office Building Classification Criteria
- Montgomery Planning & Urban Land Institute (ULI) – Office Development Handbook
Semua sumber dikutip dari jurnal industri properti internasional, asosiasi properti global, dan konsultan real estat internasional seperti Savills & BCO.
Semoga artikel ini bermanfaat bagi sahabat Dailyweproperty.
