Foto: Freepik.com
Halo sahabat Dailyweproperty.
Ruang dapur, terutama bagian wastafel tempat cuci piring adalah tempat yang mudah kotor yang ada di rumah.
Percikan minyak di kompor, tumpukan piring kotor, wastafel yang penuh, dapat menyebabkan munculnya berbagai penyakit seperti mual, diare, demam atau nyeri otot. Maka dari itu, usai berkreasi di dapur, selalu sisihkan waktu sebentar untuk bersih-bersih.
Bakteri dan kuman lainnya dapat berkumpul di spons cuci piring, lap dapur, hingga wastafel. Bakteri seperti Salmonella, E. coli, hingga ratusan jenis kuman yang bisa menghinggapi dapur Anda.
Demi menjaga kesehatan anggota keluarga Anda, selalu prioritaskan kebersihan dapur Anda.
Berikut ini solusi sederhana agar dapur tetap bersih setiap hari:
1. Selalu Mencuci Tangan Anda Sebelum dan Sesudah Masak di Dapur
Saat mulai beraktivitas di dapur, selalu cuci tangan dengan air dan sabun, karena Anda tidak dapat memastikan apa saja bakteri dan kuman yang mungkin hinggap di tangan.
Mencuci tangan juga harus Anda lakukan setiap kali selesai menggunakan dapur.
Mencuci tangan sebelum dan sesudah memasak adalah langkah penting untuk mencegah kontaminasi. Cuci tangan dengan sabun selama 20 detik untuk perlindungan terbaik.
2. Menjaga Kebersihan Diri saat Memasak
Pakai apron atau celemek dan sarung tangan saat memasak untuk menjaga kebersihan diri dan mencegah kontaminasi makanan. Gantilah apron dan sarung tangan secara berkala.
3. Mulai dari Pembersihan Menyeluruh
Mulai dengan pembersihan menyeluruh untuk menjaga kebersihan dapur. Membersihkan seluruh permukaan, rak, dan peralatan secara rutin menghilangkan kotoran yang mengganggu, mencegah penumpukan bakteri, dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat.
Kebersihan dapur yang terjaga juga membuat ruang lebih nyaman digunakan dan meningkatkan estetika dapur secara keseluruhan.
4. Pilih Material Dapur yang Mudah Dibersihkan
Pilihlah material permukaan dapur yang mudah dibersihkan seperti granit, kuarsa, dan stainless steel. Bahan-bahan tersebut tahan lama, tidak mudah tergores, dan tidak menyerap noda, sehingga memudahkan Anda dalam menjaga kebersihannya.
Pilih material berkualitas, namun mudah dalam perawatannya, pertimbangkan untuk menggunakan bahan dasar countertop Batu Kintamani dari Quadra. Batu alam satu ini populer bagi mereka yang hendak menambahkan sentuhan alam dan keanggunan pada dekorasi rumah, terutama untuk permukaan kitchen set hingga meja.
Anda dapat memilih bahan permukaan dapur, termasuk marmer, granit, dan sintered stone dari Quadra.
5. Selalu Cuci Peralatan Dapur Setelah Digunakan
Setelah memasak, peralatan dapur tidak dibiarkan terlalu lama tanpa dicuci dan membersihkan kompor.
Hal ini penting untuk menghindari kuman bersarang di permukaan peralatan masak Anda.
Pakai produk pembersih yang memiliki kandungan antibakteri.
6. Menggunakan Alat Pembersih yang Efektif
Pastikan Anda memiliki alat pembersih yang tepat seperti spons, sikat, dan lap mikrofiber. Bersihkan dan ganti alat pembersih secara berkala untuk mencegah penyebaran kuman, serta menjamin kotoran dapat dibasmi dengan sempurna.
Gunakan produk pembersih ramah lingkungan untuk menjaga kesehatan Anda dan keluarga. Produk yang tidak mengandung bahan kimia berbahaya, mudah digunakan, dan efektif membersihkan dapur.
7. Menjaga Kebersihan Wastafel dan Saluran Air
Wastafel adalah salah satu area dapur yang paling sering digunakan. Bersihkan wastafel secara menyeluruh setiap hari menggunakan pembersih antibakteri. Bersihkan juga keran dan saluran pembuangan.
Pilih bahan wastafel yang mudah dibersihkan seperti stainless steel, porselen, dan granit komposit. Bahan-bahan ini tahan lama, tidak mudah berkarat, dan tahan noda, sehingga ideal untuk penggunaan sehari-hari di dapur.
Untuk mencegah penyumbatan saluran air, hindari membuang sisa makanan dan minyak ke dalam wastafel. Gunakan produk alami seperti cuka dan baking soda untuk membersihkan saluran air secara berkala.
8. Menjaga Ventilasi dan Kualitas Udara di Dapur
Ventilasi yang baik penting untuk menjaga kualitas udara di dapur. Pastikan ada jendela atau ventilasi yang memadai untuk sirkulasi udara yang baik.
Jika memungkinkan untuk menambah penghisap asap cooker hood di dapur atau exhaust fan. Penghisap asap dapat membantu mengurangi aroma masakan berlebih bahkan asap. Pilih penghisap asap yang efisien dan mudah dibersihkan.
9. Mencegah dan Mengendalikan Hama di Dapur
Menjaga kebersihan dan menutup semua makanan dengan rapat. Gunakan produk alami seperti cuka atau minyak esensial untuk mengusirnya.
Jika masalah hama tidak dapat diatasi sendiri, gunakan jasa ahli hama profesional. Pilih jasa yang terpercaya dan memiliki ulasan positif. Namun, pastikan tetap ada penghuni rumah yang untuk mengenal seluruh bagian agar dapat kembali bersih.
10. Ganti Spons Cuci Piring Secara Berkala
Selain menjaga kebersihan peralatan masak di dapur, Anda juga harus memperhatikan kondisi spons yang Anda pakai untuk mencuci piring karena membuatnya rentan menjadi sarang perkembangan kuman.
Belum lagi kondisi spons yang basah atau lembap sehingga menjadikannya ideal sebagai tempat tinggal kuman.
Sebaiknya ganti spos cuci piring Anda jika sudah melihat adanya perubahan tekstur dan warna spons.
11. Memisahkan Kain Lap yang Berbeda Fungsinya
Kain lap yang ada di dapur terkadang dipakai untuk lebih dari satu aktivitas, seperti untuk mengelap meja dan peralatan makan yang baru saja dicuci. Untuk menjaga kebersihan dapur dan peralatan.
Sebaiknya, gunakan kain lap yang berbeda untuk setiap aktivitas. Dengan begitu, hal ini akan meminimalisir penyebaran kuman dan bakteri.
12. Jangan Gunakan Peralatan Dapur yang Sudah Berkarat
Adanya karat di peralatan dapur, khususnya karat yang bersentuhan dengan makanan yang dihidangkan dapat memicu gangguan pada Kesehatan.
13. Menyimpan Makanan dengan Benar
Wadah kedap udara sangat penting untuk menyimpan makanan agar tetap segar dan terhindar dari kontaminasi. Pilih wadah yang berkualitas dan pastikan untuk menutupnya dengan rapat.
Memberi label dan mencantumkan tanggal kedaluwarsa pada makanan dapat membantu Anda menghindari makanan basi dan menjaga kebersihan dapur.
14. Buang Sampah Secara Rutin
Kebersihan dapur juga ditentukan dari kondisi tempat sampahnya. Usahakan untuk meletakkan tempat sampah yang dilengkapi dengan penutup.
Tak hanya mencegah bau tak sedap di dapur, hal ini juga membantu mengurangi risiko penyebaran penyakit dari tempat sampah.
Selain itu, buang sampah dari dapur Anda setiap hari. Hindari membiarkan sampah menumpuk hingga berhari-hari di dapur.
Memisahkan sampah organik dan non-organik dapat membantu menjaga kebersihan dapur dan mendukung upaya daur ulang. Sediakan tempat sampah yang berbeda untuk masing-masing jenis sampah.
15. Bersihkan Meja dan Lantai Dapur
Perhatikan kebersihan meja dan lantai dapur. Gunakan cairan pembersih dan lap untuk membersihkan sisa-sisa kotoran dan makanan yang ada di permukaan meja. Pilih cairan pembersih yang mengandung disinfektan.
Pastikan Anda rajin menyapu dan mengepel lantai dapur hingga bersih tuntas.
16. Bersihkan Seluruh Bagian Kulkas
Kulkas juga rentan jadi tempat tinggal bakteri dan kuman.Setelah kulkas selesai dibersihkan, Anda juga harus memperhatikan cara menyimpan makanan di dalamnya.
Contohnya, daging harus diletakkan di freezer, atau pilih makanan apa saja yang sebaiknya disimpan di wadah kedap udara.
Atur makanan di kulkas dan freezer dengan rapi. Demi memudahkan akses dan mencegah penumpukan yang berlebihan, gunakan sistem “First In, First Out” (FIFO). Konsumsi makanan yang telah lebih lama disimpan, kemudian urutan berikutnya, dan pertahankan pola tersebut untuk seterusnya.
Membersihkan kulkas secara berkala penting untuk mencegah penumpukan bakteri dan bau tak sedap. Bersihkan bagian dalam kulkas setiap bulan dan buang makanan yang sudah tidak layak konsumsi.
17. Kategorisasi Penataan Barang Sesuai Kebutuhan
Kategorisasi barang dapur sesuai kebutuhan membantu mengelompokkan alat masak, bahan makanan, dan peralatan makan.
Dengan penataan yang terorganisir, kekacauan visual dapat dikurangi, membuat dapur lebih rapi dan mudah diakses. Hal ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan, tetapi juga efisiensi saat memasak dan menggunakan peralatan dapur.
18. Gunakan Sistem Penyimpanan yang Efisien
Gunakan sistem penyimpanan modular untuk mengoptimalkan ruang di dapur. Solusi fleksibel ini sangat cocok untuk dapur kecil, memungkinkan penataan barang dengan lebih efisien.
Dengan penyimpanan yang terorganisir, Anda dapat memaksimalkan penggunaan ruang, menjaga dapur tetap rapi, dan memudahkan akses ke peralatan dan bahan masakan.
19. Manfaatkan Ruang Vertikal dengan Rak Dinding
Manfaatkan ruang vertikal dengan rak dinding untuk penyimpanan tambahan tanpa mengorbankan ruang lantai. Rak dinding memungkinkan Anda menyimpan peralatan masak, bumbu, atau barang lainnya secara efisien.
Hal ini membuat dapur lebih fungsional, memaksimalkan ruang yang ada, dan menjaga agar area dapur tetap rapi dan terorganisir.
20. Atur Lemari dan Laci dengan Organizer Laci
Atur lemari dan laci dengan organizer laci untuk menyusun alat-alat kecil seperti sendok, garpu, dan pisau.
Dengan sistem ini, pencarian barang menjadi lebih mudah dan cepat. Organizer membantu mengurangi kekacauan, menjaga dapur tetap rapi, dan memastikan setiap peralatan masak berada di tempat yang tepat saat dibutuhkan.
21. Gunakan Label untuk Identifikasi Bahan Makanan
Gunakan label pada kontainer dan toples untuk mengidentifikasi bahan makanan seperti tepung, gula, dan rempah-rempah. Penandaan ini mempermudah pencarian dan memastikan setiap barang ditempatkan dengan benar.
Selain meningkatkan efisiensi, label juga menambah estetika dapur, menjadikan ruang lebih terorganisir dan mudah diakses.
22. Ajarkan Anggota Keluarga untuk Aktif Menjaga Kebersihan Bersama
Sebelum mengajak seluruh anggota keluarga untuk menjaga dapur bersih dan rapi, berikan contoh dan lakukan hal tersebut secara konsisten di depan mereka.
Dengan memberikan teladan, anggota keluarga perlahan-lahan akan termotivasi untuk berpartisipasi.
Berikan tugas-tugas yang mudah dilakukan dan jadikan itu sebagai sebuah tanggung jawab yang melekat pada tiap anggota keluarga yang bersangkutan.
Bagi dengan adil sesuai usia dan kemampuan. Misalnya, ayah bisa membantu menjaga kebersihan saluran air, sementara anak-anak mengelap permukaan meja.
Semoga tips ini membantu sahabat Dailyweproperty menjaga dapur tetap bersih, sehat, dan nyaman digunakan setiap hari.
