7 Cara memilih negara untuk investasi real estat

Foto: Freepik.com

 

Halo sahabat Dailyweproperty.

Dikutip dari sumber Immigrant Invest, ada beberapa cara memilih negara untuk investasi real estat sebagai berikut.

 

1. Perekonomian yang Stabil

Negara-negara dengan perekonomian yang kuat dan beragam cenderung tidak mengalami perubahan pasar yang drastis, memastikan investasi Anda mempertahankan nilainya dari waktu ke waktu. Indikator seperti pertumbuhan PDB yang konsisten, tingkat pengangguran yang rendah, dan inflasi yang terkendali dapat membantu mengidentifikasi ekonomi yang kuat.

Amerika Serikat adalah contoh ekonomi yang sangat stabil karena keragamannya dan peran dolar AS sebagai mata uang cadangan dunia.

 

2. Pertumbuhan Pasar Properti

Ini merupakan faktor kunci bagi investor yang ingin memperoleh keuntungan dengan menjual kembali real estat. Negara-negara yang mengalami urbanisasi, pertumbuhan populasi, dan pembangunan infrastruktur biasanya menawarkan potensi apresiasi yang lebih signifikan. Kecenderungan seperti itu dapat ditemukan di pasar berkembang, seperti Singapura.

 

3. Stabilitas Politik

Negara-negara dengan pemerintahan yang stabil, sistem hukum yang transparan, dan korupsi yang minimal menyediakan lingkungan yang lebih aman bagi investor asing. Kerusuhan politik atau perubahan kebijakan yang sering terjadi dapat berdampak negatif pada nilai properti dan hasil sewa

Swiss adalah lambang stabilitas politik, itulah sebabnya negara ini telah menarik investor asing selama bertahun-tahun.

 

4. Tarif Pajak

Setiap negara memiliki tarif dan struktur pajak yang berbeda-beda, termasuk pajak properti, pajak keuntungan modal, dan pajak pendapatan sewa.

Investor asing mungkin menemukan kondisi pajak yang menguntungkan di beberapa tempat. Misalnya, UEA sama sekali tidak memiliki pajak properti, meskipun ada pajak sebesar 2% untuk pembeli dan penjual properti.

 

5. Risiko Iklim dan Lingkungan 

Penting untuk mempertimbangkan iklim suatu negara dan risiko lingkungan, seperti banjir, gempa bumi, atau badai. Properti di wilayah yang rawan bencana alam mungkin memerlukan asuransi tambahan dan dapat menimbulkan risiko yang lebih tinggi.

Memilih wilayah dengan risiko lingkungan yang lebih rendah atau strategi mitigasi bencana yang lebih baik dapat membantu melindungi investasi Anda.

 

6. Pengembangan Infrastruktur

Berinvestasi di area dengan pengembangan infrastruktur yang sedang berlangsung atau yang direncanakan, seperti jaringan transportasi baru, pusat komersial, atau pusat hiburan, dapat memberikan apresiasi modal jangka panjang. Proyek infrastruktur cenderung meningkatkan nilai properti dan menarik penduduk atau wisatawan baru, sehingga meningkatkan potensi pendapatan sewa.

 

7. Program Investasi

Beberapa negara menawarkan program khusus untuk memperoleh izin tinggal atau kewarganegaraan untuk berinvestasi di bidang real estat. Misalnya, program Golden Visa Yunani memungkinkan izin tinggal sebagai ganti investasi real estat.

Program semacam itu tidak hanya menawarkan jalur menuju tempat tinggal tetapi juga membuka pintu ke pasar UE yang lebih luas, sehingga membuat investasi menjadi lebih menarik.

 

Semoga artikel ini bermanfaat bagi sahabat Dailyweproperty.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Verified by MonsterInsights